SEKILAS INFO
: - Friday, 25-09-2020
  • 1 tahun yang lalu / Mulai 19, November 2018 cek status visa bisa melalui website Gamajatimmesir.org dengan menulis nama atau paspor di kolom pencarian cek visa.
  • 1 tahun yang lalu / Selamat datang di website resmi GAMAJATIM!  memberikan informasi tentang warga Jawa Timur di Mesir khususnya, juga negara Mesir bagi mereka yang tertarik.
Gamajatim Menghadapi Pandemi

Gamajatim Menghadapi Pandemi

 

Setiap kali seseorang memperkenalkan diri selalu disertai dengan menyebutkan asal daerahnya, tak terkecuali orang-orang Jawa Timur. Setiap masyarakat Jawa Timur memiliki pembawaan atau ciri khas sesuai daerahnya. Di antara keunikan setiap daerah, terdapat sebuah pembawaan yang hampir sama di seluruh daerah yaitu logat bicara medhok. Kendati demikian, ini bukanlah sebuah aib karena telah menjadi sebuah identitas yang memang tidak bisa dinafikan.

Di Mesir, terdapat sebuah paguyuban masyarakat Jawa Timur bernama Gamajatim. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kekeluargaan Gamajatim ini dikenal sebagai paguyuban yang memiliki rasa persaudaraan atau kerukunan yang erat. Gamajatim selaku wadah pemenuhan dan pelayanan masyarakat Jawa Timur di Mesir telah melayani kurang lebih 22 tahun sejak ia berdiri tanggal 12 Oktober 1998.

Selaku kekeluargaan, Gamajatim bertugas mengorganisir seluruh kegiatan dan urusan masyarakat agar lebih efektif dan efisien. Sebagai contoh, pengurusan visa atau izin tinggal secara kolektif oleh kekeluargaan. Awalnya, kepengurusan visa diserahkan kepada masing-masing individu karena sudah merupakan kewajiban bagi warga asing yang tinggal di negara lain. Kemudian, tersebab antrian yang membludak dan menyebabkan pengurusan izin tinggal yang tidak efisien sehingga kepengurusan ke imigrasi dipindah tangan ke kekeluargaan bersistem kolektif. Berkat kebijakan tersebut, urusan izin tinggal bisa dikerjakan lebih rapi dan efisien dengan adanya sistem keterwakilan tersebut. Selain itu, hal itu menjadi ajang silaturrahim bagi warga terhadap kekeluargaannya.

Contoh lainnya ialah memfasilitasi beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang bersangkutan dengan hobi warganya. Gamajatim berusaha memfasilitasi warganya dalam pengembangan minat dan bakat setiap warganya. Sebut saja seperti pelatihan khat, ASC (olahraga), kelas puisi dan lain-lain. Semua kegiatan tersebut disediakan untuk menambah soft skill sekaligus mempererat jalinan silaturrahim antar masyarakat Jawa Timur sehingga terciptalah iklim pembelajaran yang baik sekaligus bersifat kekeluargaan. Demikian lah serangkaian tugas dan fungsi kekeluargaan Gamajatim selaku rumah besar bagi arek-arek Jawa Timur.

Kini, Dunia yang selama ini tampak baik-baik saja telah telah tertimpa musibah besar bernama pandemi Covid-19. Keramaian yang selalu dinikmati hampir setiap hari oleh lalu-lalang kegiatan manusia telah menjadi kesunyian yang mencekam. Perubahan demi perubahan terus terjadi mulai dari kewajiban memakai masker selama di luar ruangan, kebijakan lockdown, siapapun yang sakit akibat Covid-19 harus diisolasi dan lain-lain. Segenap perubahan tersebut berlangsung cepat dan lama dengan perkiraan reda secara keseluruhan pada tahun 2022.

Di Mesir, terhitung kurang lebih tiga bulan sejak akhir Maret segala kegiatan yang melibatkan banyak orang dibekukan. Al-Azhar dan lembaga pendidikan lainnya terpaksa membekukan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan memutuskan untuk menggantinya dengan sistem virtual. Selain itu, lembaga dan organisasi yang selama ini mengatur hidup Masisir turut terdampak dan membatalkan beberapa agendanya. Semuanya dilakukan untuk mencegah penularan virus pandemi yang memiliki transmisi penularan yang sangat cepat hanya melalui tatap muka. .

Melihat transisi kondisi yang begitu cepat, seluruh ketua ataupun  gubernur yang  menahkodai kekeluargaannya terpaksa harus beradaptasi dengan memilah kembali kegiatan yang telah dirancang selama satu tahun. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ketua Gamajatim periode 2019-2020, “Setiap kita ingin mengadakan kegiatan yang melibatkan masyarakat, kita harus mempertimbangkan terlebih dahulu, melihat kondisi sosial. Tepat atau tidak jika kegiatan ini diadakan”. Mendengar pernyataan yang seperti ini, saya melihat sisi kekhawatiran sang ketua pada setiap keputusannya mengenai kegiatan Gamajatim ke depan. Hal ini memang tidak mudah, mengingat dalam satu waktu yang cepat pandemi telah berhasil mengubah tatanan keadaan dan membutuhkan penyokong yang cukup kuat untuk menopang keadaan seperti ini.

Beberapa kegiatan ekstrakurikuler seperti pelatihan khat, kelas menulis opini dan lain-lain terpaksa berjalan melalui kelas virtual meski kegiatan tidak seefektif seperti sebelumnya. Kegiatan-kegiatan seperti olahraga, seminar dan pentas seni terpaksa dibatalkan mengingat resikonya yang besar. Ditambah lagi, terdapat beberapa Masisir terkena virus Corona sehingga membuat semua kekeluargaan berpikir keras untuk menangani semua persoalan tersebut seperti yang disampaikan oleh Sdr. Zaenal Muttaqien, “Hampir tidak ada kekeluargaan yang bisa mempertahankan normalnya kegiatan,”. Namun, melihat kondisi ini tidak lah membuat Gamajatim gentar dan pasrah menerimanya.

Di bawah komando sang ketua, Gamajatim mengupayakan untuk terus melayani warganya meski dengan kondisi terbatas. Mulai dari membentuk satgas Covid-19 dan mendata siapa saja yang terdampak pandemi, baik sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dalam pengawasan (ODP). Selanjutnya, satgas tersebut mengumpulkan bahan-bahan makanan dan bertindak sebagai penyuplai (supply chain) bagi mereka yang ODP dan PDP setiap harinya tanpa mengenal batas kekeluargaan. Kemudian, untuk warga Gamajatim telah disediakan beberapa sembako dan masker. Selain itu, Gamajatim turut meluncurkan program Gama Care sebagai sarana penyaluran dana untuk korban pandemi.

Gebrakan demi gebrakan terus digulirkan demi Gamajatim yang tetap bersinergi dan kuat di tengah pandemi. Dibutuhkan kesadaran setiap warga dalam menaati ketentuan-ketentuan yang sudah tersedia. Kerja sama, saling mengisi lubang kekurangan satu sama lain dan kerja keras selaku warga Gamajatim yang menentukan masa depan paguyuban arek-arek Jawa Timur ini selama dan pasca pandemi nantinya.

Tantangan untuk kepengurusan Gamajatim ke depan semakin berat. Maka dibutuhkan akar yang kuat untuk menopang tegaknya organisasi ini. Dari segi apa pun pemimpin di masa selanjutnya harus siap fisik dan mental. Susunan strategi harus disusun dengan matang dan rapih agar gerak kekeluargaan semakin terarah di saat-saat genting ini, Terlebih, peraturan atau kebijakan pemerintah Mesir yang berubah-ubah selama pandemi. Oleh karenanya, mari jaga teman sekitar dan kekeluargaan kita agar semakin solid dan aman dari mara bahaya yang sedang bergentayangan ini.

 

Penulis: Khilda Fitratul Habibah

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda