SEKILAS INFO
: - Thursday, 13-05-2021
  • 2 tahun yang lalu / Mulai 19, November 2018 cek status visa bisa melalui website Gamajatimmesir.org dengan menulis nama atau paspor di kolom pencarian cek visa.
  • 2 tahun yang lalu / Selamat datang di website resmi GAMAJATIM!  memberikan informasi tentang warga Jawa Timur di Mesir khususnya, juga negara Mesir bagi mereka yang tertarik.
SELALU ADA YANG BARU; PERSIAPAN OKAD GAMAJATIM

Suryanews, Kairo — Tidak lama sebelum penutupan termin satu, lebih tepatnya dalam rentetan acara HUT ke-22, Keluarga Masyarakat Jawa Timur (Gamajatim) Mesir telah melahirkan ‘Pojokane Gama’ yang merupakan output dari Gama Resik. Kini Gamajatim sedang merilis sistem baru dalam Orientasi Kader Dasar (OKAD) atau penyambutan anggota warga baru.

Guna merealisasikan sistem ini, Ketua Gamajatim, Ahmad Fauzi mengadakan sosialisasi OKAD kepada seluruh Koordinator Departement Dewan Pengurus (DP).

Bisa dibilang sistem OKAD Gamajatim tahun ini merupakan hasil kreatifitas di bawah tuntutan kondisi COVID-19 kaderisasi jangka panjang. Fauzi juga memberi penegasan, bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo menekankan agar tidak mengadakan perkumpulan secara masif.

“Intinya, sistem penyambutan Maba Gamajatim ini sangat berbeda dengan kekeluargaan-kekeluargaan lainnya,” tambah Ketua Dua, Hasan Al-Ansori.

Disosialisasikan pada Sabtu (19/3), OKAD kali ini dibagi secara daring dan luring. Daring untung penyampaian beberapa materi yang sudah disiapkan oleh Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.

Sedangkan kegiatan yang membuat OKAD paling berbeda dengan kekeluargaan-kekeluargaan lain adalah pada kegiatan luring, di mana nantinya akan dibentuk sistem kepembimbingan yang terbagi dalam beberapa kelompok. Dan tugas para pembimbing tidak hanya membimbing hingga terselesaikannya rentetan acara OKAD, melainkan juga membimbing –minimal– satu tahun masa kepengurusan.

Pada umumnya, OKAD dari tahun ke tahun lebih dikenal dengan acara penyambutan atau pengenalan secara formal dalam waktu satu hari. Namun kali ini, Gamajatim memilih untuk menyelesaikannya dalam lima hari dengan membaginya ke beberapa kelompok. Alasannya untuk memberi kesempatan berkunjung setiap kelompok ke Rumah Gamajatim pada hari yang sudah ditentukan, sembari tetap mematuhi protokol kesehatan dan menghindari perkumpulan masif.

Adapun tujuan yang dipaparkan oleh Fauzi, agar anak-anak baru bisa mengenal Gamajatim, regenerasi, serta silaturahmi antar warga.

“Acara secara formal terkadang kurang memberi efek, tapi kalau kepembimbingan in sya Allah akan berefek sampai akhir,” tuturnya menegaskan.

Bukan berarti sistem baru ini tidak memiliki celah. “Power kita ada di pembimbing, tapi PR-nya juga ada di pembimbing itu sendiri,” kata dia lagi.

Dalam artian, sistem ini bisa menjadi poin plus, akan tetapi mencari pembimbing yang siap untuk mengabdi di Gamajatim dan meluangkan waktu untuk adik-adik kelasnya itu tidak mudah.

 

Oleh: Rama Ilham Pratama

Editor: Nadia Nuril Kariem

TINGGALKAN KOMENTAR

Agenda